Desa Tanjung Agung

Kabupaten Bungo

Sejarah Desa - Tanjung Agung

Dusun Tanjung Agung merupakan satu dari 9 dusun yang ada di kecamatan Muko-Muko Bathin VII Kabupaten Bungo yang terbentuk tahun 1932. Dusun Tanjung Agung memiliki 7 kampung yaitu Kampung Gelugur, Kampung Pancuran Gading, Kampung Pasar Raya, Kampung Pasar Pulai, Kampung solok, Kampung Baru, dan Kampung Tengah.

Tanjung Agung berasal dari dua kata yaitu kata "Tanjung dan Agung". "Tanjung" berarti tanah yang menjorok membelah sungai, sedangkan "agung" berarti besar.

Sejarah Dusun Tanjung Agung bermula dari masjid yang terletak di kampung baru. Di dalam masjid tersebut terletak atau tersimpan sebuah Gong yang indah terbuat dari mas dan bunyi gong tersebut sangatlah nyaring, benda tersebut dipergunakan atau dibunyikan bila ada bencana atau hal-hal yang tidak diinginkan. Benda tersebut dirawat dan dijaga oleh masyarakat sebagai benda yang dikeramatkan. Pada suatu ketika masalah gong keramat ini terdengar sampai ke dusun sebelah, hal ini timbul niat buruk dari seseorang yang ingin mencuri karena penasaran akan keindahan gong tersebut.

Suatu ketika pada hari yang telah ditentukan pencuri menjalankan aksinya dan mengambil gong tersebut, karena sulit mencari jalan keluar dari dusun, pencuri melihat rakit warga lalu membawa benda tersebut

mengarungi sungai mengelilingi tanjung (sungai yang mengelilingi dusun). Dan wargapun menyadari bahwa pusaka dusun sudah hilang, warga setempat beramai-ramai mencarinya ke pelosok-pelosok dusun.

Setelah merasa jauh dari dusun, dengan rasa penasaran pencuri langsung membunyikan gong tersebut, bunyi gong tersebut sangatlah nyaring sehingga mengagetkan sang pencuri dan terdengar sampai ke dusun sehingga warga berlarian ke arah sumber suara. Setelah itu pencuri mendayung rakitnya ke pinggir sungai untuk melarikan diri lewat darat, betapa terkejut sang pencuri setelah ke pinggir sungai ternyata warga telah menunggunya lalu menangkap pencuri tersebut.

Dari kisah legenda inilah munculnya nama Tanjung Agung, kisah ini berasal dari cerita terdahulu dari mulut ke mulut yang disampaikan sampai saat ini.